Minggu, 10 Februari 2013

Etha: "Mother Teresa" Kecil dari Cengkareng



Margaretha Lucy (Etha)

Di jaman kehidupan yang semakin modern, kepedulian terhadap sesama kadangkala semakin menipis. Orang-orang lebih mementingkan dirinya sendiri dari pada kepentingan orang banyak. Namun, di daerah Cengkareng, Jakarta Barat, ada seseorang yang sangat peduli dengan kehidupan anak-anak yatim piatu. Dia adalah Margaretha Lucy, yang biasa disapa dengan nama Etha, Sang Pemenang.
Etha yang dilahirkan 37 tahun lalu di Flores mengalami kehidupan yang sulit. Saat berusia delapan tahun ibunya meninggal dan saat berusia lima belas tahun ayahnya meninggal. Saat Etha menjadi anak yatim piatu dia masih duduk di kelas dua SMP. Etha terpaksa tidak melanjutkan sekolah karena diajak saudaranya ke Jakarta. Kehidupan di Jakarta semakin berat, dan Etha jatuh sakit. Etha ditolong oleh seorang warga gereja dan dititipkan di panti jompo.

Saat itu, Etha sangat kecewa atas hidupnya. Etha merasa Tuhan sangat tidak adil. Orangtuanya meninggal saat dia masih kecil, lalu sekarang terkapar sakit berat. Namun, Etha melihat ada sosok perawat yang begitu sabar dan telaten merawatnya. Sehingga suatu malam Etha memutuskan untuk mengubah pola pikirnya dan harus bisa bangkit. Akhirnya Etha sembuh dan sebagai ungkapan sykurnya dia akan membaktikan hidupnya untuk menolong orang-orang yang kesusahan. Apalagi sosok Mother Teresa sangat menginspirasinya.

Kasih Tuhan yang lainnya adalah adanya seorang pengusaha yang melihat Etha dan mengajaknya tinggal serta bekerja di perusahannya di daerah Cengkareng. Suatu hari di tahun 1997, Etha melihat ada tiga anak kecil berusia 6 tahun, 3 tahun dan 1 tahun sedang mengumpulkan sisa makanan dari penjual mie. Sang kakak, mengambil sisa mie dari mangkok di dekat tempat cuci, lalu menyuapkan ke mulut adik-adiknya. Ironisnya, para pengunjung yang asyik makan mie tidak ada yang tergerak melihat bocah-bocah malang itu. Etha berpikir alangkah lebih beruntungnya ia dibanding ketiga anak malang itu. Seketika itu juga terdengar bisikan bahwa inilah saatnya untuk dia memulai  pekerjaan pelayanan. Hatinya terenyuh dan dalam hati ia berkata, “Tuhan, beri aku kekuatan untuk menolong saudara kecilku”. Akhirnya, Etha memutuskan untuk menjadi “ibu” bagi ketiga anak jalanan tersebut. Ternyata ibu mereka sedang dipenjara karena menculik anak orang lain untuk dijual. Ayahnya, yang pengamen dan mempunyai dua orang istri tidak mempedulikan mereka.

Selama dirawat di panti jompo, Etha mempunyai ketrampilan membuat rajutan. Berbekal rajutan itu, ada beberapa orang yang membelinya dan terkumpul uang Rp 700.000,-. Uang sebesar itu di tahun 1997 sudah lumayan besar. Uang itu dipergunakan untuk mengontrak rumah sederhana dengan ketiga anak tersebut. Sebagian uang dipakai untuk mengobati luka anak-anak itu karena sekujur tubuh mereka penuh koreng. Etha mengajak ketiga anak itu ke dokter. Semua dokter menolaknya dengan alasan akan membuat jijik pasien lainnya. Akhirnya ada klinik yang bersedia mengobati dan merujuk ke rumah sakit Atmajaya. Dengan kasih sayang akhirnya anak-anak tersebut sehat. 
Etha (paling kanan belakang) bersama sebagian anak-anak asuhannya dan pengunjung
Dalam kehidupan, ternyata Tuhan sangat luar biasa. Saat Etha kesusahan, dia hanya bisa berdoa semoga ada orang baik yang mau menolongnya. Doanya terjawab dengan kedatangan seseorang yang membawa bantuan berupa kasur, beras, telor, dan lain-lain. Anak asuhnya sering mengajak anak-anak pemulung di sekitar rumah untuk datang ke kontrakan Etha untuk menikmati makan bersama.  Walaupun banyak yang makan, namun berkat selalu ada saja. Ada “malaikat-malaikat” yang membantu sebagai donatur. Dengan bantuan teman-teman Gereja, Etha bisa menyekolahkan anak-anak itu.

Pada awal tahun 2010 awal, seorang pengusaha yang sangat berjiwa sosial meminjamkan rukonya di jalan Kamal Raya, Ruko Fantas Blok U No. 25 untuk dijadikan tempat bagi Etha melakukan aktifitasnya. Di ruko tersebut, Etha mendirikan Rumah Singgah Nuansa Kasih. Sudah ratusan anak yang dibantunya.  Saat ini ada 47 anak yang tinggal di ruko tersebut. Setiap hari Etha sendiri mengurus anak-anak tersebut yang berusia dua sampai dua puluh tahun.

Suka cita dalam melayani anak-anak tersebut membuat Etha semakin bersyukur atas karunia-Nya. Etha semakin merasakan makna hidup dalam berbagi, melihat kemuliaan Tuhan. Ia akan terus berkarya dan berusaha menjadi Mother Teresa kecil di lingkungan Cengkareng, Jakarta Barat. Cita-citanya adalah untuk terus menolong sebanyak mungkin anak yatim piatu dan anak jalanan yang hadir di Rumah Singgah Nuansa Kasih, walau pun saat ini Etha tidak bernaung di Yayasan manapun. Etha hanya bernaung di bawah pimpinan Tuhan. Etha merasakan banyak suka cita dengan menolong sesamanya.

Etha hanyalah seorang anak yatim piatu, seorang yang hanya sekolah sampai kelas tiga SMP, seorang yang masih kekurangan. Tetapi, sesungguhnya Etha adalah Sang Pemenang yang memiliki sifat generosity yang dominan. Sejauh ini Etha telah membuktikan bahwa dia mampu mengatasi situasi-situasi sulit yang dihadapi dalam hidupnya, terutama setelah kehilangan kedua orangtuanya. Tidak hanya itu, dalam kondisi yang kekurangan Etha tetap bisa menunjukkan kepedulian yang luar biasa kepada anak-anak jalanan yang menjadi korban keadaan.

Bagaimana dengan kita, yang jauh lebih beruntung, jauh lebih berpendidikan, jauh lebih   berada. Inilah tantangan untuk kita semua, apakah kita siap menjadi “Etha-Etha” lainnya di kehidupan ini? Mari kita teladani Sang Pemenang kita, Etha. Dan jika Anda ingin mengetahui  lebih lanjut tentang apa yang dikerjakan oleh Etha Sang Pemenang, Anda bisa menghubunginya di 0813 1724 8926.

Salam Pemenang!

Catatan:

  • Kisah di atas adalah hasil editing saya atas hasil wawancara sahabat saya, Timoteus Talip, terhadap Margaretha Lucy. Kisah ini merupakan salah satu kisah dalam buku yang kami tulis bertiga bersama seorang sahabat, Helena Abidin, yang berjudul “ANGEL & DEMON: 30 Kisah Inspiratif Sang Pemenang”, yang akan beredar akhir Pebruari 2013.

  • Terima kasih Anda sudah menyempatkan waktu membaca artikel ini. Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan berbagi dengan keluarga dan teman Anda, atau berikan komentar pada kotak yang telah disediakan.

  • Bila Anda ingin secara otomatis mendapat artikel-artikel terbaru dari blog ini di email Anda, silahkan klik “Join this site” pada bagian kanan atas tampilan blog.

4 komentar:

  1. Bertemu malaikat2 di tengah kehidupan ygnkacau... puji Tuhan

    BalasHapus
  2. Bertemu malaikat2 di tengah kehidupan ygnkacau... puji Tuhan

    BalasHapus
  3. Ada maikat di bumu ini 🙏🏻

    BalasHapus