Minggu, 12 Mei 2013

David Jacobs: Terus Berprestasi Walau Kekurangan



David Jacobs (paling kanan)
Siapa tidak mengenal David Jacobs? Seorang atlet tenis meja yang mempunyai banyak prestasi yang luar biasa. Prestasi David paling fenomenal adalah meraih medali perunggu pada Paralympic di London 2012, beberapa waktu lalu. Dan dia menjadi orang Indonesia pertama yang meraih medali di pesta olahraga dunia khusus difabel. Prestasi itu melengkapi prestasinya saat bertanding di Sea Games dan PON. Kesuksesan dan semangat juang David Jacobs akan segera diangkat ke layar lebar.

Sang Pemenang yang nama lengkapnya Dian David Mikhael Jacobs, lahir di Makassar, 1 Juni 1977 dan merupakan Sarjana Ekonomi, lulusan Perbanas. Ayahnya, Jan Jacobs, adalah pensiunan Bank BRI dan ibunya Neelce Samallo Jacobs. Sejak kecil David banyak belajar hal-hal yang baik dari kedua orang tuanya, terutama selalu mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan, kerja keras, dan disiplin. Prinsip-prinsip itulah yang  membantu David  berjuang meraih kesuksesan hingga saat ini.

Prestasi yang diraihnya itu tentu saja tidak diperoleh dengan instan. Ada harga mahal yang harus dibayar. David menceritakan awal ketertarikannya bermain tenis meja sejak masih SD di kota Batang, Jawa Tengah. Setiap sore David berlatih dengan kakak-kakaknya. Ketika kalah, David menangis. Itu menjadi kenangan yang tak terlupakan, dan mendorong dirinya untuk menjadi lebih baik lagi.

David harus tinggal di Semarang sendirian sejak SD, karena ingin serius berlatih tenis meja di klub PTP. Sejak kecil, David telah belajar untuk mandiri dan menjadi sosok yang tegar. Prestasi awal David adalah menjadi juara pertama kejuaraan SD se Jawa Tengah. Prestasi itu membuat David semakin yakin kalau tenis meja adalah dunianya.

Selanjutnya David pindah ke Jakarta saat SMP, dan masuk Klub UMS 80. Tempat latihannya di gedung KONI Tanah Abang. David terus mengikuti berbagai pertandingan. Pengalaman pertama kali ke luar negeri adalah saat dia mengikuti SEATTA Junior di Malaysia, selagi masih di SMA 46. Saat itu David menyabet gelar sebagai Juara Ketiga tunggal dan Juara Pertama ganda putra. Pengalaman bertanding di luar negeri menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi David.

Sekalipun David menggeluti olahraga dan sudah berhasil menyabet berbagai predikat dan medali, namun dia juga tetap menekuni pendidikannya. Tidak mudah bagi seorang atlit untuk menekuni bidang lain selain bidang olahraga yang digelutinya. Memang tidak mudah bagi David, namun no-compromise. David tidak berkompromi dengan kondisi itu. David adalah Sang Pemenang. “Karena dorongan orang tua, saya tetap menjalani sekolah hingga lulus perguruan tinggi. Walaupun ada banyak latihan dan pertandingan, baik di dalam maupun luar kota, dalam dan luar negeri”, ujar David menjelaskan.

David Jacobs dan Presiden SBY
Sang Pemenang bukanlah orang yang sempurna. Namun, Sang Pemenang tidak meratapi ketidaksempurnaannya dan menjadikannya sebagai sebuah alasan. Alih-alih meratap, Sang Pemenang justru terpacu untuk mengatasi kekurangannya. Demikian pula halnya David. “Ada masa-masa dimana saya merasa minder dengan kekurangan saya (tangan kanan yang cacat), tapi saya justru berlatih lebih giat untuk meraih prestasi”, ungkap David.

Saat ditanya apa saja prestasi yang sudah diraihnya, David mengatakan sangat banyak. David dengan rendah hati mengatakan cukup dicatat prestasi dia dua tahun terakhir saja, antara lain:
  • 5 medali Emas Peparnas Riau 2012
  • 1 medali Perunggu Paralympic London 2012
  • Peringkat Tiga dunia atlit difable Slowakia 2012
  • Juara di nomor tunggal kelas 10 Turnamen Protour Paratable Tenis Liknano Open di Italia, 2012
  • 7 medali Emas Asean Paragames Solo 2011
  • 1 medali Perunggu Asian Paragames di Guangzhou, China, 2010 
David Jacobs, istri dan anaknya
Kebahagiaan David meraih prestasi juga diiringi dengan kebahagiaannya dalam keluarga. “Selain bermain tenis meja, saya menghabiskan waktu dengan keluarga. Saya sangat bersyukur diberikan keluarga yang baik. Saya menikah Januari 2010 dengan Jeanny Inggrid Palar, yang lahir 2 Juni 1990, lulusan Tarakanita. Kami sudah dikaruniahi seorang anak, Bravely Daveson Jacobs, yang lahir 10 Mei 2011”, tutur David.
“Saya juga meluangkan waktu untuk membina anak-anak remaja di sebuah Klub PTM Zug”, ujarnya menceritakan aktifitasnya. “Secara pribadi hampir setiap hari selalu berlatih untuk menjaga kondisi dan stamina”, tambahnya. “Selain itu, saya juga mencoba berbisnis peralatan tenis meja”.

Sebagai seorang atlet, jiwa sportifitas haruslah dijunjung tinggi. Menang kalah adalah hal yang biasa dalam suatu pertandingan. Namun, bagaimana David menyikapi saat ia gagal?
“Menghadapi kegagalan/kekalahan dalam pertandingan bukanlah hal yang mudah”, demikian ujar David. “Saya menyadari bahwa tidak semua pertandingan akan berakhir dengan kemenangan di pihak saya. Tetapi, dari setiap kekalahan saya belajar agar pertandingan berikutnya bisa lebih baik”, lanjutnya.           

Di akhir penuturannya, David menyampaikan pesan-pesannya kepada para anak muda. “Jangan pernah menyerah walaupun ada keterbatasan tetap tekun dan semangat. Juga harus disiplin dalam berlatih, jangan menjadi sombong dan melupakan orang-orang  yang sudah berjasa membantu Anda”. No-comprose!

David juga menyampaikan pesannya kepada orang tua untuk selalu bersabar mendukung bakat anak-anaknya sehingga dapat berprestasi dalam bidang yang ditekuninya. Tidak ada proses instan untuk menjadi seorang juara. David adalah Sang Pemenang.

Salam Pemenang!

Catatan
  • Kisah di atas adalah 1 dari 30 kisah dalam buku “ANGEL & DEMON: 30 Kisah Inspiratif Sang Pemenang”, yang merupakan hasil kolaborasi saya bersama dua sahabat, Timoteus Talip dan Helena Abidin. Temukan kisah-kisah lainnya dalam buku “ANGEL & DEMON”, yang telah menjadi National Best Seller dan dapat ditemukan di Gramedia dan Gunung Agung.
  • Terima kasih Anda sudah menyempatkan waktu membaca artikel ini. Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan berbagi dengan keluarga dan teman Anda, atau berikan komentar pada kotak yang telah disediakan.
  • Bila Anda ingin secara otomatis mendapat artikel-artikel terbaru dari blog ini di email Anda, silahkan klik “Join this site” pada bagian kanan atas tampilan blog.   

2 komentar:

  1. Kisah yang inspiratif. David memenangkan pertarungan atas kekurangan dirinya sendiri untuk menjadi juara

    BalasHapus