Minggu, 20 Mei 2012

Menabur dan Menuai: Cerita Tentang Jim Yong Kim


Tidak usah ditanya, para petani sudah sangat paham. Jika ingin memanen padi, maka mereka pasti menanam benih padi. Benih yang ditanam harus dirawat, diairi, diberi pupuk, diberi anti hama, hingga akhirnya tiba waktu untuk memanen. Demikian pula jika mereka menanam benih mangga maka mereka pasti akan memanen buah mangga, bukan buah durian atau nangka atau buah lainnya. Selain itu, petani juga tahu bahwa segenggam benih padi yang ditanam akan menghasilkan panen padi berkarung-karung. Demikian pula halnya, satu benih pohon mangga akan menghasilkan berkarung-karung buah mangga. Dengan kata lain apa yang mereka tebar atau tanam akan kembali dengan berlipat-lipat kali. Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan. Siapa menebar angin, maka dia akan menuai badai. Siapa menebar kebaikan akan menuai hal-hal yang baik, dan selalu kembali dalam jumlah berlipat-lipat. Demikian yang bisa disimpulkan dari perjalanan hidup Jim Yong Kim.

Foto: wikipedia.org
Jim Yong Kim, seorang Amerika-Korea, yang pada 16 April 2012 yang lalu terpilih menjadi Presiden Bank Dunia. Jim Yong Kim akan mulai berkantor di kantor pusat Bank Dunia di Washington DC, mengantikan Robert Zoellick, pada 1 Juli nanti sebagai Presiden ke-12. Lalu, apa istimewanya berita terpilihnya Jim Yong Kim? Sosok Jim Yong Kim menjadi istimewa karena baru pertama kalinya, sejak didirikannya pada tahun 1944 di Bretton Woods Conference, Bank Dunia dipimpin oleh seorang yang bukan berlatar belakang politik atau keuangan. Jim Yong Kim adalah seorang fisikawan dan antropolog.

Bank Dunia merupakan institusi keuangan internasional yang memberikan pinjaman kepada negara-negara berkembang. Tujuan utama Bank Dunia adalah mengurangi kemiskinan. Negara-negara anggota Bank Dunia adalah 187 negara yang tergabung dalam International Bank of Reconstruction and Development (IBRD) dan 170 negara yang tergabung dalam International Development Association (IDA). Hingga tahun 1968, bantuan Bank Dunia lebih diarahkan pada proyek-proyek pembangunan infrastruktur, dengan seleksi pemberian pinjaman yang sangat ketat. Pada periode setelah 1968, khususnya pada periode kepemimpinan Robert Mc Namara, yang sebelumnya adalah Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat dan Presiden Ford Motor Company, persetujuan pinjaman Bank Dunia lebih dipermudah dan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar penduduk di negara-negara berkembang, antara lain; pembangunan sekolah, rumah sakit, pemberantasan buta huruf, dan reformasi agrikultural. Sejak berdiri di tahun 1944, Bank Dunia baru memiliki 12 Presiden yang hampir semuanya adalah warganegara Amerika Serikat (termasuk Jim Yong Kim). Hanya ada satu Presiden yang berkebangsaan Australia, yaitu Sir John Wolfensohn (1995-2005). Dilihat dari latar belakangnya, enam di antaranya memiliki latar belakang perbankan. Satu pengusaha surat kabar, 3 orang adalah birokrat dalam pemerintahan Amerika Serikat, 1 orang adalah senator dan anggota kongres, dan 1 orang adalah antropolog, yaitu Jim Yong Kim.

Foto: Kim dan istri (goldsea.com)
Jim Yong Kim, lahir di Seoul, Korea Selatan, pada 8 Desember 1959. Kim datang ke Amerika Serikat dibawa orangtuanya sebagai imigran. Saat itu dia baru berusia 5 tahun, dan menghabiskan masa kecilnya di Iowa, Amerika Serikat. Ayahnya mengajar di fakultas kedokteran gigi di Universitas Iowa, sedangkan ibunya mendapat gelar PhD di bidang filosofi. Kim lulus dari Brown University dengan predikat magna cum laude. Dia mendapat gelar M.D. dari Harvard Medical School pada tahun 1991, dan PhD dari Harvard University, Department of Anthropology pada tahun 1993. Jim Yong Kim menikah dengan Younsook Lim, seorang dokter penyakit anak di Children’s Hospital Boston. Mereka memiliki dua orang putra, yang lahir pada tahun 2000 dan 2009.